FAPERTA – AGRIBISNIS. Sebagai bentuk implementasi program kerja organisasi kemahasiswaan, Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) Program Studi Agribisnis Universitas Muslim Buton (UMU Buton) menginisiasi kegiatan inovasi dan kreativitas mahasiswa melalui pengembangan produk olahan Tape Kawondu berbahan baku beras merah padi ladang. Kegiatan ini merupakan upaya mendukung hilirisasi hasil pertanian lokal dengan mendorong pemanfaatan komoditas unggulan daerah menjadi produk pangan bernilai tambah. Beras merah yang digunakan sebagai bahan baku diperoleh dari petani padi ladang di Kelurahan Bugi, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau, sebagai wujud penguatan keterkaitan antara sektor produksi pertanian dan pengembangan produk olahan.
Dosen Pembina HIMAGRI, Fayadh Mahdi Halida, S.P., M.P., menyampaikan bahwa inovasi produk Tape Kawondu merupakan bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi hasil pertanian yang berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi komoditas lokal. “Pengembangan Tape Kawondu berbasis beras merah padi ladang menunjukkan bahwa komoditas pertanian lokal memiliki potensi besar untuk dihilirisasi menjadi produk pangan inovatif. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kompetensi mahasiswa dalam pengolahan hasil pertanian, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penciptaan nilai tambah dalam sistem agribisnis yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Ketua Program Studi Agribisnis, Haerunianti, S.P., M.P., menegaskan bahwa kegiatan yang digagas oleh HIMAGRI tersebut mencerminkan kapasitas mahasiswa dalam mengintegrasikan aspek akademik dengan pengembangan kewirausahaan berbasis sumber daya lokal. “Kami mengapresiasi kreativitas dan inisiatif mahasiswa dalam mengembangkan produk olahan yang memanfaatkan potensi daerah. Inovasi Tape Kawondu merupakan contoh konkret implementasi konsep hilirisasi pertanian yang dapat memperkuat daya saing produk lokal sekaligus membuka peluang pengembangan usaha agribisnis berbasis komunitas,” jelasnya.
Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan, La Aman Tabia, S.P., M.P., menyatakan bahwa penguatan hilirisasi pertanian perlu didukung oleh kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat. “Fakultas Pertanian dan Peternakan UMU Buton senantiasa mendorong lahirnya inovasi yang berbasis pada potensi sumber daya lokal dan kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam pengembangan produk hasil pertanian, tetapi juga berkontribusi dalam memperkenalkan komoditas padi ladang sebagai bahan baku yang memiliki nilai tambah dan prospek ekonomi yang menjanjikan,” tuturnya.
