Baubau – Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muslim Buton (UM Buton) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik lapangan. Melalui mata kuliah Agroklimatologi, puluhan mahasiswa dari Program Studi Agribisnis dan Program Studi Agroteknologi melaksanakan kegiatan praktikum di Kantor Stasiun Meteorologi BMKG Betoambari Baubau.
Kegiatan ini didampingi oleh dua orang dosen pengampu mata kuliah, yaitu Muhammad Yunus Fahimuddin, S.P., M.P. dan Hasrin, S.P., M.P. Kedatangan rombongan mahasiswa disambut hangat oleh Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Betoambari Baubau, Hadi Setiawan, beserta jajaran staf.
Praktikum lapangan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap materi Agroklimatologi yang selama ini dipelajari di ruang perkuliahan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai instrumen meteorologi yang digunakan BMKG dalam melakukan pengamatan cuaca dan iklim.
Selain diperkenalkan dengan nama-nama alat pengamatan meteorologi, mahasiswa juga mendapatkan penjelasan mengenai fungsi, prinsip kerja, hingga prosedur pengoperasian setiap instrumen. Beberapa alat yang diamati di antaranya adalah alat pengukur curah hujan, suhu udara, kelembapan udara, kecepatan dan arah angin, tekanan udara, serta berbagai instrumen pendukung lainnya yang digunakan dalam pengamatan cuaca secara rutin.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Betoambari Baubau, Hadi Setiawan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kunjungan akademik seperti ini menjadi sarana yang sangat baik untuk memperkenalkan peran BMKG kepada mahasiswa sekaligus meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya data meteorologi dalam berbagai sektor, khususnya pertanian.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muslim Buton di Stasiun Meteorologi BMKG Betoambari. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengetahui bagaimana proses pengamatan cuaca dilakukan serta bagaimana data tersebut dimanfaatkan dalam mendukung sektor pertanian dan pembangunan secara umum,” ujar Hadi Setiawan.
Sementara itu, perwakilan dosen pendamping, Hasrin, S.P., M.P., menyampaikan bahwa praktikum lapangan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran, terutama pada mata kuliah Agroklimatologi yang erat kaitannya dengan kondisi lingkungan dan aktivitas pertanian.
“Melalui kegiatan ini kami berharap mahasiswa mampu menghubungkan konsep-konsep yang telah dipelajari di ruang kelas dengan kondisi nyata di lapangan. Dengan melihat langsung berbagai instrumen pengamatan cuaca, mahasiswa akan lebih mudah memahami fungsi setiap alat serta pentingnya informasi iklim dalam mendukung pengambilan keputusan di bidang pertanian. Pengalaman seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa sebagai calon sarjana pertanian yang siap menghadapi tantangan di dunia kerja maupun dalam pengembangan sektor pertanian di masa depan,” ungkap Hasrin.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap sesi penjelasan yang diberikan oleh petugas BMKG. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai mekanisme pengamatan cuaca, pengolahan data meteorologi, hingga pemanfaatan informasi iklim dalam mendukung kegiatan pertanian, mitigasi bencana, dan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan praktikum ini, Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muslim Buton berharap mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif, sehingga mampu mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan keterampilan praktis di lapangan. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen fakultas dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan pertanian berkelanjutan.
Humas Fakultas Pertanian dan Peternakan
Universitas Muslim Buton








